Ketika Ust Abdul Somad Ditanya Tentang Merokok Atau Tidak, Berikut Jawabannya

Adanya namanya Gus Mus, orang jawa itu anak Kyai dipanggil Gus. Namanya Mustofa Bishri maka dipanggil Gus Mus. Gus Mus itu perokok, sampai kuning tangannya.

Saya jumpa dia di Maroko, waktu mau ngasih seminar. Kata Gusmus,”Saya ditegur orang waktu di Makkah, Gus ko merokok? Haram-haram, saya tanya mana ayatnya. Saya mau berhenti kalau ada ayatnya”

Saya mau menjelaskan kenapa orang bersilang pendapat masalah rokok, karena tidak disebutkan dalam ayat secara teks. Tapi ayatnya umum, mana ayatnya? “Jangan Kau jerumuskan dirimu dalam kebinasaan”.

Dulu bunyi tertulis di rokok itu rokok menyebabkan impotensi, serangan jantung dan lain-lain. Sekarang berubah tulisannya rokok membunuhmu dengan gambar bibir kanker.

Jadi masalah ini kalau orang bertanya kenapa hukumnya tidak satu? Karena ulama berijtihad, lain kepada lain isi. Mufti mesir, syeh Nassir farid wasil. Mufti Saudi Arabia, Syeh abdul azis bin bass dan Muhammadiyah. Menurut ketiga ini haram. Mesir, saudi arabia dan muhammadiyah rokok itu haram.

Sedangkan menurut MUI rokok itu haram bagi orangtua, anak-anak, ibu-ibu dan orang sakit. Adapun orang yang sehat, maka rokok itu makruh, menurut MUI.

Saya tidak menggiring anda ke salah satu fatwa, saya menceritakan dua kelompok, kenapa berbeda? itu lah alasannya karena ayat tidak menceritakan secara teks.

Ust sendiri merokok apa tidak? Saya tidak merokok makanya saya sebutkan dua-dua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*