Tahukah Anda, Orang Yang Berpakaian Melebihi Batas Mata Kakinya Maka Tempatnya di Neraka (Hadist Abu Daud no 187), ini Penjelasan Ust Adi Hidayat, Lc, MA

Teman-teman sekalian, Isbal itu hadistnya sangat banyak sekali. Kemudian kalau antum kumpulkan, dan dianalisis, pertama apa itu isbal? Isbal itu sederhananya melebihkan pakaian dibawah mata kakinya. Orangnya disebut dengan musbil.

Pertama kita sepakati dulu, bahwa hadist yang dipersoalkan orang yang Isbal, jadi kalau orang yang tidak isbal tak ada masalah. Jadi Nabi saja tidak mempersoalkan orang yang tidak isbal. Jadi kalau anda mempersoalkan, anda itu siapa? Akan tetapi kalau perempuan mesti Isbal. Awas hati-hati, laki-laki tidak isbal. Jangan kebalik, laki-laki ada persoalan tetapi perempuanya tidak Isbal, dan ketinggiannya melebihi laki-laki. Bisa fatal, dan tolong jangan dibayangin ya.

Jadi yang Isbal ada masalah. Harus disepakati dulu salahnya apa dan dimana? Dan kapan terjadi masalah itu. Baik, hadist-hadist sampai kepada kita yang pertama Hadist Abu Daud no 187. Suatu kali Nabi Saw sedang duduk dengan para sahabat, ketika itu lewat seseorang dan Nabi mengatakan “orang yang berpakaian melebihi batas mata kakinya maka tempatnya di neraka”. Disini kemudian Abu Bakar langsung berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana dengan saya? Karena izar (sarung) saya melebihi mata kaki”. Kata Nabi. “kamu tidak termasuk dalam hal ini”. Lihat kalimatnya, Abu Bakar berpakaian melebihi batas mata kakinya. Jadi Abu Bakar Isbal juga disini.

Karena merasa bliau ini kurus kemudian sering turun sarungnya melebihi batas mata kakinya. Pointnya bliau isbal, sementara ada orang lewat tadi kemudian pakaiannya melebihi batas mata kaki kemudian keluar kalimat Nabi tadi. Teman-teman sekalian, pertama yang harus dibaca adalah, keadaan Isbal sebelumnya sudah ada. Orang-orang berpakaian melebih batas mata kakinya. Cuma Nabi tidak pernah mengeluarkan kalimat kecuali orang tadi lewat kemudian keluar kalimat tadi.

Kemudian setelah itu Abu Bakar mengklarifikasi, apakah ini Isbal mutlak atau Isbal tertentu karena saya takut isbal nih ada masalah di saya. Dan selama ini Nabi tidak pernah menegur, begitu orang itu lewat kemudian dikomentari dengan kalimat tadi.
Apa yang dimaksudkan oleh Nabi? Nah dari sini sesungguhnya, hadir kalimat-kalimat tadi, sahabat-sahabat senior disamping masih ada yunior. Namanya Abdullah Bin Umar, maka disampaikanlah kepada bliau ini oleh Nabi Saw suatu kalimat yang mudah dipahami. Kan anak-anak biasanya belum paham bahasa kiasan. Maksud Nabi, kamu jangan sombong, seperti orang yang melebihkan pakaiannya, dibawah mata kakinya maka orang seperti itu tempatnya di neraka.

Jadi disini ada dua kalimat. Satu Nabi menyebutkan kalimat umum yang tanpa menyebutan kalimat sombong, sedangkan disisi lain menjelaskan pada Abdullah Bin Umar memasukkan kalimat sombongnya disini. Maka dikumpulkanlah para ulama hadist-hadist ini bahwa diambil isyarat hukumnya.

Kesimpulan pertama ada yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan Isbal ini bukan mutlak berbicara tentang pakaiannya. Tapi berbicara tentang sifat yang melekat pada orang tadi. Karena orang in ketika lewat menampilka kemegahan dirinya.

Teman-teman kalau pernah atau tinggal di arab, sebagian sifar orang-orang Arab dulu yang diabadikan dalam pelajaran dan praktek sebagian hingga kini, itu kalau sudah mendapati kenaikan strata dalam kehidupan. Harta mulai banyak kedudukan meningkat, biasanya tanda untuk menampakkan dirinya dengan berganti pakaian yang lebih bagus dan tercurah sampai ke bawah. Ini seperti pakaian kebesaran gitu ya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*