Tegas! Ada Patung di Rumahmu? Buang Sekarang Juga Karena Hukumnya Haram

Tak sedikit ulama yang mengharamkan patung. Namun banyak dari manusia khususnya muslim berdalih bahwa hal ini tidak masalah selagi pajangan patung (hewan) atau manusia dengan tujuan untuk hiasan bukan untuk sesembahan. Benarkah demikian?

Islam sangat menaruh perhatian dalam memelihara tauhid, dan semua hal yang akan bersentuhan dengan aqidah tauhid ditutup rapat-rapat. Memang benar bahwa Islam mengharamkan patung dan semua gambar yang bertubuh, seperti patung manusia dan binatang. Hampir semua ulama bersepakat dalam hal ini. Namun khusus hanya pada patung yang berbentuk tiga dimensi. Atau yang memiliki bayangan (zhill). Sedangkan gambar 2 dimensi seperti lukisan makhluk bernyawa, masih ada sebagian ulama yang tidak mempermasalahkannya. Dan ada juga yang tetap mengharamkannya. Tentu saja masing-masing memiliki alasan yang kuat menurut mereka.

Khusus masalah haramnya patung, tingkat keharaman itu akan bertambah bila berbentuk orang yang diagungkan, seperti patung para raja, para nabi termasuk nabi Isa ‘alaihissalam, atau Maryam, atau berbentuk sesembahan para penyembah berhala, semisal sapi bagi orang Hindu. Maka yang demikian itu tingkat keharamannya semakin kuat sehingga kadang-kadang sampai pada tingkat kafir atau mendekati kekafiran, dan orang yang menghalalkannya dianggap kafir.

Ada sebagian orang yang berkata bahwa kalau di masa lalu, wajar patung-patung itu diharamkan, sebab di masa lalu masih banyak penyembahan berhala. Namun di zaman sekarang ini sudah bukan masanya untuk mengharamkan patung, sebab tidak ada lagi orang menyembah berhala. Pandangan ini menurut hemat kami masih kurang tepat. Sebab kenyataannya, pada zaman kita sekarang ini masih banyak orang yang menyembah berhala dan menyembah sapi atau binatang lainnya.

Bahkan di Eropa banyak kita jumpai orang yang tidak sekadar menyembah berhala, bahkan mereka masih menggantungkan sesuatu pada tapal kudanya misalnya, atau pada kendaraannya sebagai tangkal. Semua itu masih kita saksikan di masa kini yang dikenal penuh dengan teknologi canggih. Kurang tepat bila kita katakan sudah tidak ada lagi manusia menyembah berhala. Buktinya patung Budha masih berdiri dan masih disembah orang. Di India, Cina, bahkan di Bali dan beberapa pedalaman negeri ini, orang masih saja bersujud kepada batu dan patung.

Manusia pada setiap zaman selalu saja ada yang mempercayai khurafat. Dan kelemahan akal manusia kadang-kadang menyebabkan mereka menerima sesuatu yang tidak benar, sehingga orang yang mengaku berperadaban dan cendekia pun dapat terjatuh ke dalam lembah kebatilan, yang sebenarnya hal ini tidak dapat diterima oleh akal orang buta huruf sekalipun.

Islam jauh-jauh telah mengantisipasi hal itu sehingga mengharamkan segala sesuatu yang dapat menggiring kebiasaan tersebut kepada sikap keberhalaan, atau yang didalamnya mengandung unsur-unsur keberhalaan. Karena itulah Islam mengharamkan patung. Dan patung-patung pemuka Mesir tempo dulu termasuk ke dalam jenis ini. Kesimpulannya, patung itu tidak diperbolehkan (haram), kecuali patung (boneka) untuk permainan anak-anak kecil, dan setiap muslim wajib menjauhinya.

Karena itu sebaiknya anda tidak memajang patung dengan segala jenisnya di rumah anda. Sebab hal itu memang haram, masih haram dan tetap akan terus menjadi haram. Kecuali patung untuk mainan anak (boneka) atau alat peraga anatomi tubuh manusia yang biasa digunakan untuk kuliah atau pelajaran biologi. Keduanya bukan termasuk ke dalam kategori patung yang diharamkan menurut kebanyakan ulama.

Dalil-dalil pelarangan menyimpan patung dalam rumah

1. Menyimpan patung dalam rumah merupakan perbuatan yang biasa dilakukan oleh orang-orang jahiliah. Sedangkan menyerupai perbuatan jahiliah adalah terlarang sebagaimana firman Allah :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Artinya : Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. (Q.S. Al Ahzab : 33).

2. Sabda Nabi SAW

إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ الصُّورَةُ

Artinya : Sesungguhnya para malaikat tidak akan masuk dalam sebuah rumah yang di dalamnya ada patung (H.R. Bukhari)

3. Sabda Nabi SAW

إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الدَّمِ وَثَمَنِ الْكَلْبِ وَكَسْبِ الْبَغِيِّ وَلَعَنَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ وَالْمُصَوِّرَ

Artinya : Sesungguhnya Nabi SAW melarang dari harga darah, harga anjing dan usaha pelacuran dan melaknat pemakan riba, wakilnya, pembuat tato, yang memintanya dan pembuat patung (H.R.Bukhari)

4. Sabda Nabi SAW

مَنْ صَوَّرَ صُورَةً فِي الدُّنْيَا كُلِّفَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنْ يَنْفُخَ فِيهَا الرُّوحَ وَلَيْسَ بِنَافِخٍ

Artinya : Barangsiapa yang membuat patung di dunia, maka pada hari kiamat, diperintahkan kepadanya meniup ruh pada patung itu, padahal dia tidak mampu meniupnya. (H.R. Bukhari)

5. Sabda Nabi SAW

أن لا تدع تمثالا إلا طمسته ولا قبرا مشرفا إلا سويته

Artinya : Janganlah engkau tinggalkan patung kecuali engkau telah membuatnya menjadi tidak berbentuk, dan jangan pula meninggalkan kuburan yang menjulang tinggi kecuali engkau meratakannya (H.R. Muslim)

Menurut Imam Nawawi, hadits di atas menunjukkan adanya perintah merubah patung hewan yang bernyawa”.

Maksudnya perintah merubah patung dari bentuknya kepada bentuk yang tidak sebut lagi sebagai patung. Dengan demikian, dipahami dari makna hadits ini, bahwa gambar makhluk hidup yang tidak timbul, hanya dalam bentuk tulisan dan goresan tidak termasuk dalam katagori yang diharamkan.

Pemahaman seperti ini lebih tegas lagi dapat dipahami dari hadits dari Abu Hurairah yang tersebut dalam sunan-sunan hadits, yaitu hadits telah ditashihkan oleh Turmidzi dan Ibnu Hibban, yakni sabda Rasulullah SAW:

أتاني جبريل فقال: أتيتك البارحة فلم يمنعني أن أكون دخلت إلا أنه كان على الباب تماثيل، وكان في البيت قرام ستر فيه تماثيل، وكان في البيت كلب، فمر برأس التمثال الذي على باب البيت يقطع فيصير كهيئة الشجرة، ومر بالستر فليقطع فليجعل منه وسادتان منبوذتان توطآن، ومر بالكلب فليخرج، ففعل رسول الله صلى الله عليه وسلم

Artinya : Jibril pernah mendatangiku sambil berkata : “Aku mendatangimu semalam. Tidak ada yang menghalangiku masuk kecuali ada patung di pintu rumah dan di dalam rumah terdapat kain tirai yang ada patung dan juga ada anjing di dalamnya, maka suruhlah untuk menghilangkan kepala patung yang ada di rumah itu sehingga menjadi seperti bentuk pohon dan suruhlah potong tirai itu dengan dijadikan menjadi dua bantal yang dijadikan sandaran serta suruh keluarkan anjing tersebut. Kemudian Rasulullah SAW melakukan semuanya itu.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

sumber: jadzab.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*