Tegas! Natalius Pigai: BLT SBY Lebih Bermanfaat Ketimbang Bagi-bagi Sembako Jokowi

Tokoh nasional asal Papua Natalius Pigai menilai tidak tepat Presiden Joko Widodo melakukan bagi-bagi sembako dan amplop. Terbaru, ramai di media sosial, LPSE Kementerian Keuangan melakukan lelang terkait pengadaan tas sembako bantuan Presiden senilai Rp 3 miliar.

“BLT (bantuan langsung tunai) itu harus simultan di seluruh indoesia, saya kira itu justru lebih bermanfaat dari pada bantuan-bantuan dari Presiden kepada masyarakat dengan cara lempar, dengan cara berikan satu bungkus demi bungkus, saya kira itu tidak elok,” ujar Natalius Pigai kepada redaksi, Senin (23/4).

Menurut mantan Komisioner Komnas HAM ini, BLT zaman SBY ditolak Jokowi, namun saat ini dilakukan dengan bagi-bagi sembako.

“Dulu kan BLT, Presiden (Jokowi) tidak mau, Presiden tidak laksanakan. Sekarang juga BLT kan? Jadi sangat kontradiktif sekali,” sindir Natalius Pigai.

Tidak hanya itu, dia menilai bagi-bagi sembako Jokowi untuk menarik simpati rakyat jelang Pilpres 2019.

Bawaslu sebagai pengawas pemilu juga telah mengingatkan Jokowi untuk berhati-hati, pasalnya momentum pemilu sudah terasa dengan adanya deklarasi dan beberapa calon nama yang diusung. Dengan kata lain menurutnya, Istana tidak mengindahkan warning Bawaslu.

“Bawaslu sudah mengingatkan Istana tidak mau menghentikan program-program semacam itu. Jadi sebenarnya Bawaslu ingatkan, menghentikan membagikan sembako, program yang sudah diprogram sebelumnya, anggaran yang sudah diprogramkan dianggarkan sebelumnya di Sekretariat Negara harusnya dihentikan,” tutup Natalius Pigai. [b-islam24h.com / rmol]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*