Terkuak! Ini Doa Nabi Sulaiman Hingga Tajir Melintir dan Bisa Tundukkan Jin!

Setiap manusia tentu saja ingin mendapatkan rezeki yang melimpah. Sudah menjadi sifat alami bagi anak cucu Adam untuk selalu mengharapkan kenikmatan. Karena sifat tersebut merupakan sifat alami setiap manusia, maka Allah SWT tidak melarangnya.

Selama manusia tersebut menjadikan Allah SWT sebagai tempat meminta segala hal yang diinginkan. Bahkan, Allah SWT akan merasa senang apabila hamba-Nya mau merengek dalam doa ketika meminta sesuatu.

Meminta kekayaan dan kenikmatan dunia pernah dilakukan oleh Nabi Sulaiman AS. Seperti kita tahu, beliau memiliki tumpukan emas ribuan matriks ton, istana yang begitu besar dan megah, hingga berbagai jenis batuan perhiasan yang hampir tidak bisa dihitung jumlahnya. Disebutkan, bahwa kekayaan Nabi Sulaiman berasal dari doa yang ia mohonkan kepada Allah SWT.

Doa tersebut diabadikan dalam ayat Alquran, Allah SWT berfirman,

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Sulaiman berdoa: Ya Rabku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi,” (QS. Shad: 35).

Nabi Sulaiman AS memiliki mukjizat berupa harta yang bertumpuk-tumpuk. Selain itu, beliau juga diberikan kekuasaan, seperti ia mampu menundukkan jin dan mampu berbicara dengan binatang. Allah SWT mengabulkan doa Nabi Sulaiman untuk menunjukkan kekuasaan-Nya, sehingga tidak ada manusia yang bisa memiliki kekuasaan melebihi apa yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman AS. Bahkan Rasulullah SAW tidak mau melangkahi doa Nabi Sulaiman. Suatu ketika, Rasulullah SAW melakukan gerakan yang tidak biasa ketika sedang mengimami salat.

Kemudian setelahnya beliau menceritakan, “Ada jin ifrit menampakkan diri kepadaku tadi malam, untuk mengganggu shalatku. Kemudian Allah memberikan kemampuan kepadakku untuk memegangnya. Aku ingin untuk mengikatnya di salah satu tiang masjid, sehingga pagi harinya kalian semua bisa melihatnya. Namun saya teringat doa saudaraku Sulaiman: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kekuasaan yang tidak dimiliki oleh seorangpun sesudahku.” Kemudian, beliau melepaskan jin itu dalam keadaan terhina.” (HR. Bukhari).

Maksud dari hadis di atas, bahwa Rasulullah SAW tidak mau mengikat jin tersebut di tiang masjid, karena jika itu dilakukan, maka beliau berarti telah menguasai jin, sementara kemampuan menguasai jin merupakan keistimewaan Nabi Sulaiman.

Oleh karena itu, Rasulullah SAW memilih untuk melepaskan jin tersebut. Sebab, setiap nabi Allah SWT memohonkan doa-doa yang merupakan bagian dari mukjizat yang diberikan Allah SWT. Dan hal itu tidak bisa ditiru oleh manusia lain, karena hanya nabi-nabi itu yang diberikan mukjizat.

Setiap manusia tentu boleh berdoa dan meminta rezeki kepada Allah SWT. Hanya saja untuk mengharapkan kekuasaaan, seperti Nabi Sulaiman atau mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada para Nabi, hal tersebut tidak boleh dilakukan. Wallahu A’lam.

sumber: jadzab.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*