Alasan PKS Lebih Memilih Dukung Anies-Aher untuk Maju di 2019

Gerindra menyorongkan nama Prabowo-Anies Baswedan untuk Pilpres 2019. Tapi kiranya, pasangan itu tak mendapat restu dari PKS. Partai dakwah ini lebih memilih menaruh Anies sebagai Capres dan Ahmad Heryawan menjadi pendampingny.

PKS tak sembarangan dengan usul ini. Direktur Pencapresan Tim Pemenangan Pemilu (TPP) PKS Suhud Alynudin, mengaku memiliki beberapa pertimbangan.
“Perjuangan memenangkan Anies di Pilkada DKI Jakarta melibatkan sumber daya umat yang besar. Perjuangan itu harus dijawab oleh Anies dengan kinerja maksimal. Oleh karena itu sangat disayangkan jika masa jabatan yang masih panjang ditinggalkan di tengah jalan demi mengejar kursi cawapres,” kata Suhud.
Berikut beberapa alasan Anies-Aher layak dimajukan di 2019

1. Anies bisa melakukan perubahan menyeluruh dengan menjadi Presiden
“Jika tawaran dari Gerindra hanya menjadi wakil presiden tanggung. Jika hanya menjadi Cawapres, Pak Anies lebih dibutuhkan di DKI. Berbeda jika tawaran sebagai Capres menggantikan Pak Prabowo, mungkin PKS pun akan setuju. Karena seorang Presiden bisa melakukan perubahan menyeluruh,” ujar Suhud.

2. Anies-Aher pemimpin muda.
Suhud menyatakan saatnya memunculkan pemimpin muda untuk Pemilu 2019 mendatang. Ia pun mengusulkan pasangan Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk dimajukan pasangan koalisi Gerindra-PKS.
“Saya kira pasangan Anies-Aher bisa menjadi alternatif,” kata Suhud.

3. PKS Yakin Anies-Aher dapat dukungan masyarakat
Suhud menyampaikan, Anies-Aher adalah kombinasi kuat perpaudan figur populer dengan visi kepemimpinan kuat dan teknokrat.
“Saya yakin pasangan Anies-Aher akan mendapat dukungan mayoritas rakyat,” ujar Suhud.

4. Anies-Aher sebagai antisipasi berbagai kemungkinan
Suhud menyampaikan, dalam politik tidak ada yang pasti. Masih banyak kemungkinan yang terjadi. Meskipun sudah ada kesepakatan kerjasama dengan Gerindra dalam sejumlah Pilkada yang akan dilanjutkan dalam menentukan pasangan Capres-Cawapres.

“Di dalam kerjasama yang dibangun antara PKS-Gerindra, masing-masing partai bersifat independen. Jadi kami pun mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,” tegas Suhud.
sumber: kumparan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*